Sebagai anak kos yang pernah hampir menyerah dengan dapur umum, gue bisa relate banget sama frustrasi lu semua. Tiap buka buku masak, bahannya mahal, alatnya ribet, dan langkahnya kayak bikin kue pernikahan. Akhirnya malah balik lagi ke warteg. Tapi buku ini? Ini kayak dapet mentor pribadi yang ngerti kondisi lu.
Kenapa Buku Ini Berbeda dari Buku Masak “Anak Kos” Lainnya?
Kebanyakan buku masak anak kos itu cuma teori doang. Bahan masih susah dicari, harganya nggak murah, dan tekniknya butuh skill masterchef. Buku ini justru balik logika: mulai dari kondisi lu dulu. Penulisnya, Chef Rina, pernah 10 tahun jadi anak kos di Jakarta. Dia paham betul bedanya “resep ideal” sama “resep yang beneran bisa lu masak piringan satu, kompor listrik, dan minim alat.”
Yang bikin beda adalah konsep “Base Ingredients” di setiap bab. Dia nggak langsung nyuruh lu beli bumbu lengkap. Cukup 5 bumbu dasar: bawang putih, garam, gula, kecap manis, dan merica. Sisanya? Bisa diakali. Ini detail kecil tapi life-changing buat dompet yang tipis.

Resep yang Beneran Dipraktekkan (bukan sekadar teori)
Gue coba tiga resep secara random: Telur Dadar Kornet, Sayur Asem Tanpa Gula Melaka, dan Ayam Goreng Tepung Bumbu Instan. Hasilnya? Semua jadi, semua enak, dan yang paling penting: total waktu nggak lebih dari 30 menit. Bahkan untuk ayam gorengnya, dia punya trik bikin tepung bumbu sendiri dari bumbu instan mie goreng. Gila sih, tapi work.
Contoh Nyoba Resep: Nasi Goreng Telur Kecap
Di halaman 45, ada resep nasi goreng yang cuma butuh telur, kecap, bawang putih, dan nasi dingin. Gue skeptis awalnya, “Ini kan too simple pasti hambar.” Tapi ternyata tekniknya yang beda: telur digoreng setengah matang dulu, diorak-arik, baru ditambah nasi. Hasilnya legit, wangi, dan kenyang. Biaya per porsi? Kurang dari Rp 8.000.
Dia juga kasih “cheat sheet” di pojok kanan setiap resep: kira-kira kalau lu mau nambah sayur apa yang cocok, atau ganti protein dengan apa. Ini sangat membantu buat lu yang suka eksperimen tapi nggak mau gagal total.
Trik Hemat yang Nggak Terpikirkan
Buku ini penuh dengan life hack dapur yang gue jamin nggak pernah terpikirkan. Bukan cuma “beli di pasar pagi lebih murah,” tapi trik-trik praktis yang bisa lu terapkan langsung:
- Air cucian beras jangan dibuang: Dipake buat ngentikkan kuah sup biar lebih kental, bukan cuma buat tanaman.
- Kulit ayam jangan dibuang: Dibakar jadi krispi, jadi topping salad instan atau camilan.
- Satu wajan untuk semua: Teknik masak bertahap dalam wajan yang sama, jadi hemat air cuci dan gas.
- Es baton bumbu: Bikin bumbu dasar dalam jumlah banyak, dibekukan dalam cetakan es. Tinggal cairin pas mau masak.
Trik terakhir itu yang paling gue suka. Gue bikin 30 bumbu es baton dalam seminggu, dan tiap hari tinggal ambil satu buat tumis sayur atau masak telur. Efisien banget.
“Tujuan buku ini bukan bikin lu jadi masterchef, tukang kebun atau pebisnis kuliner. Tujuannya bikin lu bisa makan enak, cukup gizi, tanpa harus jadi miskin di akhir bulan.” – Chef Rina, Hal. 12
Kekurangan yang Perlu Diketahui
Meski banyak bagusnya, ada beberapa hal yang mungkin jadi dealbreaker buat sebagian orang. Pertama, foto resepnya minimalis banget. Hampir semua hitam putih dan cuma satu foto per resep. Kalau lu tipe yang butuh visual step-by-step, ini bakal bikin pusing.
Kedua, resepnya heavy on MSG dan garam. Gue paham, itu buat hemat dan enak. Tapi buat lu yang concern dengan kesehatan atau diet rendah sodium, perlu banyak modifikasi. Chef Rina sih bilang di intro kalau bisa dikurangi, tapi nggak kasih alternatif spesifik.
Ketiga, beberapa bahan “mudah didapat” itu relatif. Di kota besar kayak Jakarta mungkin iya, tapi di kota kecil atau daerah, cari tahu atau kecap merek tertentu bisa jadi perjuangan. Gue saranin lu cari pengganti lokal aja, nggak perlu fanatik sama merek.

Siapa yang Wajib Baca Buku Ini?
Buku ini wajib hukum buat:
- Anak kos tahun pertama yang baru lepas dari rumah. Ini bakal jadi panduan survival.
- Mahasiswa akhir yang punya skripsi sibuk tapi tetep mau makan waras.
- Pekerja muda gaji UMR yang nabung buat masa depan.
Tapi kalau lu udah cukup mahir masak, punya peralatan lengkap, atau budget nggak terlalu mikir, buku ini mungkin terlalu basic. Lu bakal bosan dengan trik-triknya yang menurut lu “udah tahu.”
Yang menarik, gue juga kasih buku ini ke adik gue yang baru masuk kuliah. Dari nggak bisa masak air, sekarang dia bisa bikin sop ayam dalam 20 menit. Itu bukti kalau buku ini emang designed untuk pemula absolut.
Kesimpulan: Investasi Wajib untuk Anak Kos
Setelah sebulan ngikutin resep dan trik di buku ini, pengeluaran makan gue turun dari Rp 1,5 juta jadi Rp 800 ribu. Lumayan, kan? Yang lebih penting, gue jarang banget beli makanan online yang kadang nggak sesuai ekspektasi.
Buku ini nggak cuma ngajari masak, tapi mengubah mindset soal makan. Lu nggak perlu jadi kaya dulu buat makan enak. Lu cuma perlu tahu caranya. Dan buku ini kasih itu semua dengan bahasa yang nggak sok tahu, tapi kayak ibu kos yang baik hati ngajari anaknya masak.
Harga bukunya Rp 85.000, tapi returnnya bisa nyelametin lu ratusan ribu per bulan. Kalau itu nggak investasi, gue nggak tahu lagi apa itu investasi. Beli sekarang, atau nyesel tiap kali lihat tagihan GoFood lu.