Kita semua pernah di sana: berdiri di rak buku sejarah, Sapiens di satu tangan dan Guns, Germs, and Steel di tangan lain, bertanya-tanya mana yang akan memberikan pemahaman yang “lebih benar” tentang perjalanan manusia. Pertanyaan itu valid, tapi jawabannya tidak pernah hitam-putih. Setelah menghabiskan waktu dengan keduanya, aku menyadari bahwa “akurat” tergantung pada lensa apa yang kau pakai untuk melihat.

Mengapa Kita Membandingkan Dua Raksasa Ini

Kedua buku ini adalah pintu masuk paling populer untuk memahami sejarah manusia. Yuval Noah Harari memberikan kita narasi epik yang menggetarkan imajinasi, sementara Jared Diamond menawarkan kerangka ilmiah yang kokoh.

Mereka menjawab pertanyaan serupa—mengapa dunia jadi seperti ini?—tapi dengan metode yang sangat berbeda. Harari menantang kita untuk mempertanyakan semua yang kita percayai, Diamond meminta kita melihat peta dan iklim.

Inti Pemikiran: Dua Peta Berbeda

Sapiens: Revolusi Imajinasi

Harari membangun argumennya pada tiga revolusi: Kognitif, Pertanian, dan Ilmiah. Titik paling menarik? Manusia mendominasi karena bisa bercerita.

Kita adalah satu-satunya spesies yang percaya pada fiksi kolektif—uang, negara, hak asasi manusia. Fiksi ini, katanya, memungkinkan kerja sama massal.

Aku masih ingat ketika membaca bab tentang “kebahagiaan” di akhir buku. Harari menantang: apakah kita benar-benar lebih bahagia daripada nenek moyang kita? Data konkretnya minim, tapi pertanyaannya menusuk.

Kelemahannya? Banyak spekulasi. Dia mengambil studi antropologi kontroversial tentang hunter-gatherers yang punya waktu luang lebih banyak, lalu menyimpulkan mereka lebih “bahagia”—tanpa banyak bukti arkeologis yang kuat.

Guns, Germs, and Steel: Determinisme Geografis

Diamond punya jawaban lebih konkret pada pertanyaan sejarah besar. Mengapa Eropa yang menaklukkan Amerika, bukan sebaliknya? Karena geografis, bukan ras.

Baca:  Review Buku Masak Simpel Untuk Anak Kos: Hemat Dan Bahan Mudah Didapat

Dia menelusuri data: 14 spesies hewan besar yang bisa diternakkan, 13-nya berasal dari Eurasia. Tanaman paling bergizi juga berkumpul di sana. Sumbu benua Eurasia yang timur-barat memudahkan penyebaran tanaman dan teknologi.

Contoh paling kuat: Konkista Pizarro atas Inca. Pada 1532, 168 prajurit Spanyol mengalahkan 80.000 tentara Inca. Bukan karena keberanian, tapi baja, kuda, dan cacar yang sudah membunuh sepertiga populasi Inca sebelum pertempuran.

Angka-angka ini bukan fiksi. Diamond merujuk pada jurnal konkista, catatan arkeologi, dan studi epidemiologi.

Benturan Lensa: Di Mana Mereka Berseberangan

Masalah terbesar Harari adalah oversimplifikasi yang menggairahkan. Dia menyatakan bahwa Homo sapiens punya “kesepakatan” dengan gandum—padahal proses domestikasi jauh lebih kompleks dan tidak direncanakan.

Dia juga mengabaikan variasi lokal. Revolusi Pertanian di Levant berbeda drastis dengan di China atau Meksiko, tapi Harari melukiskannya sebagai satu narasi global.

Di sisi lain, Diamond terlalu deterministik. Geografi menjelaskan banyak, tapi tidak semua.

Mengapa Kaisar Qin Shi Huang bisa menyatukan China pada 221 SM sementara Eropa tetap terpecah? Diamond menyebut medan dan garis pantai, tapi abai pada faktor kepemimpinan individu dan kebetulan sejarah.

Warning: Jika kau mencari cerita yang membuat terkesima, Sapiens juaranya. Tapi jika kau mau bukti yang bisa diperiksa, cek kembali klaim Harari dengan sumber primer.

Tabel Perbandingan: Secara Spesifik

Aspek Sapiens (2011) Guns, Germs, and Steel (1997)
Thesis Utama Fiksi kolektif membangun peradaban Geografi menentukan nasib manusia
Metodologi Interdisipliner spekulatif, fokus ide Ilmu alam, data kuantitatif, ekologi
Cakupan Waktu 70.000 tahun, hingga masa depan 13.000 tahun, fokus pra-sejarah hingga 1500 M
Gaya Bahasa Naratif, provokatif, mudah dicerna Ilmiah, sistematis, butuh konsentrasi
Kritik Utama Generalissasi berlebihan, kurang bukti Determinisme, abai faktor budaya/individual
Jumlah Halaman 512 halaman (edisi paperback) 480 halaman (edisi paperback)

Kekuatan yang Saling Melengkapi

Harari membuatku sadar bahwa kapitalisme dan demokrasi adalah mitos yang sama sekular dengan agama. Itu bukan hanya teori—dia pakai contoh nyata: perusahaan hukum seperti Apple Inc. yang “ada” hanya karena hukum mengakuinya.

Baca:  Rekomendasi Buku Sejarah Indonesia Yang Tidak Membosankan Seperti Buku Sekolah

Diamond memberikan jawaban ilmiah kenapa benua Afrika tidak mengembangkan teknologi baja. Bukan otak, tapi karena 14 hewan besar Afrika, nol yang bisa diternakkan. Itu fakta zoologi, bukan prasangka.

Keduanya saling melengkapi di satu titik: mereka sama-sama anti-rasisme. Harari dengan argumen imajinasi kolektif, Diamond dengan data geografis. Keduanya menghancurkan mitos superioritas rasial.

Tes Akurasi: Mana yang Lebih Kredibel?

Pada 2015, sekelompok arkeologis mengkritik Harari karena mengabaikan bukti terbaru tentang interaksi spesies Homo. DNA Neanderthal modern menunjukkan persilangan yang lebih kompleks daripada narasi “penghancuran” Harari.

Diamond lebih kuat di bidangnya. Teori tentang domestikasi hewan diverifikasi oleh genetika populasi modern. Tapi dia lemah dalam sejarah politik. Tidak ada rumus geografi yang bisa meramalkan munculnya Republik Romawi atau Revolusi Prancis.

Untuk akurasi ilmiah murni, ujung tombaknya Diamond. Tapi untuk pemahaman filosofis tentang posisi manusia di alam semesta, Harari lebih menggugah.

Rekomendasi Sesungguhnya

Pilihan tergantung pada dirimu:

  • Baca Sapiens jika: kau suka filosofi sejarah, mau bahan diskusi di kopi malam, dan tidak keberatan mengecek fakta sendiri. Itu buku yang akan membuatmu berdebat dengan penulisnya di kepala.
  • Baca Guns, Germs, and Steel jika: kau butuh jawaban konkret, suka data, dan ingin alasan ilmiah mengapa dunia tidak adil. Ini buku untuk memenangkan argumen dengan fakta.
  • Baca keduanya jika: kau mau peta lengkap—satu untuk medan fakta, satu untuk medan makna.

Kesimpulan Pribadi

Bagiku, Sapiens adalah kencan pertama yang membuat jatuh cinta pada sejarah. Tapi Guns, Germs, and Steel adalah pernikahan yang memberi fondasi kokoh.

Kau tidak bisa hanya percaya pada salah satu. Harari tanpa Diamond jadi filsafat mengambang. Diamond tanpa Harari jadi data tanpa jiwa.

Sejarah manusia terlalu kompleks untuk satu lensa. Sapiens memberi kau warna, Guns, Germs, and Steel memberi kau garis. Keduanya perlu untuk melihat gambar utuh.

Jadi, mana yang lebih akurat? Jawabannya bukan di rak buku, tapi di kepala yang membaca. Kuasai keduanya, lalu tentukan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Rekomendasi Buku Sejarah Indonesia Yang Tidak Membosankan Seperti Buku Sekolah

Saya masih ingat betapa ngantuknya dulu saat harus menghafal nama-nama gubernur jenderal…

Review Buku Masak Simpel Untuk Anak Kos: Hemat Dan Bahan Mudah Didapat

Sebagai anak kos yang pernah hampir menyerah dengan dapur umum, gue bisa…

Kindle Vs Buku Fisik: Pengalaman Baca Mana Yang Lebih Efektif Untuk Buku Tebal?

Memegang buku setebal The Count of Monte Cristo di kereta pagi-pagi buta…

5 Buku Bacaan Ringan Untuk Mengatasi Reading Slump (Malas Baca)

Ada fase ketika buku-buku di rak terasa lebih seperti dekorasi dan tiap…